Supermom
Thursday, January 25th, 2007Rabu kemarin waktu menunggui Kaela yang latihan taekwondo.
Bertemu Claudia, yang kelihatan terengah-engah membawa dua anaknya Nina dan CJ.
Cj memang berlatih taekwondo bersama Kaela. Sedangkan Nina yang setahuku ikut latihan tari ballet.
Setelah latihan dimulai, kita mulai bercakap.
Ternyata Claudia baru saja pulang dari kantornya, menjemput Nina dirumah neneknya, menjemput CJ dari day care dan langsung ke tempat taekwondo.
Wah..kelihatannya capek deh!
Well, Claudia bilang yang lebih parah malah kalau Nina ada latihan tari ballet, jadwalnya lebih padat.
Bangun pagi masak dan pergi ke kantor
Pulang kantor
Menjemput Nina
Menjemput Cj
Mengantar Cj latihan taekwondo
Pulang ke rumah masak
Mengantar Nina latihan tari ballet
Sampai rumah hampir jam 8.30
Ihhhhh….mana tahan.
Ingat waktu masih kerja dulu. Walaupun tidak parah saya tetap harus bangun jam 6.30. Siapkan sarapan. Antar Kaela ke baby sitter terus kerja. Pulang jam 5 sore, jemput Kaela terus latihan taekwondo selama satu jam. Pulang ke rumah masak dan bersih-bersih.
Kalau melihat disekeliling, memang banyak supermom disini.
Kebanyakan memang perempuan di Amerika harus bekerja untuk menopang ekonomi keluarga.
Memperkerjakan pembantu atau baby sitter? Aduh itu mah mimpi indah……
Ada teman bilang, salah seorang sahabatnya ambil cuti melahirkan selama dua minggu terus langsung balik kerja dan menitipkan anaknya yang masih merah di day care.
Dan asal tahu saja, nanti kalau aku habis melahirkan, kalau bersalin normal, dua hari tinggal di hospital terus balik rumah. Dirumah? Selain Phillip ada juga Kaela yang masih harus diurus. Ingat ada teman dekat yang bilang, waktu gue pulang dari hospital, tau nggak apa yang gue kerjain? Gue harus bersihin toilet kamar mandi…..Hahaha…Nggak heran dan nggak kaget!
Bukannya suami nggak mau bantu tapi kadang mereka just simply doesn’t know what they are doing…Jadinya malah senewen kalau mereka bilang sudah bersihkan rumah tapi nggak sesuai standard! Phillip sudah wanti-wanti kalau dia hanya akan dapat cuti tiga hari dari kantor waktu aku melahirkan anti dan mungkin paling bagus seminggu itupun dia harus kerja dari rumah dengan komputernya.
Belum lagi mikir, nanti kalau belanja groceries…bagaimana dong? Bawa baby kecil terus bawa Kaela…Mana dua-duanya harus punya car seat masing-masing. Jadi prosedurnya: masukin baby kecil ke car seat terus dudukin Kaela di her own car seat. Cabut ke groceries store, parkir, ambil kereta dorong.
Ambil baby kecil beserta car seatnya terus taro di kereta dorong. Un lock Kaela dari car seatnya. Belanja. Biasanya buat persediaan seminggu, jadi kebayang kan bagaimana penuhnya kereta belanjaan? Hah……
Pulang sama halnya plus unload the groceries dari mobil. Mak………!!!
But, sementara saya memelas seperti ini, sering kelihatan seorang ibu dengan tiga anak. Baby kecil, dua tahun dan empat tahun…pergi belanja groceries….kadang malah harus bawa dua kereta dorong…Belum lagi kalau anak-anaknya merengek-rengek minta ini itu…what a chaos!!! Belum lagi kalau cuaca bersalju….harus extra hati-hati karena jalan pasti licin. But, hey do we have other choice? We still have to feed the family.
Anak-anak disini pun kadang tak kalah sibuk dengan ibunya.
Mereka biasanya repot dengan kegiatan olah raga yang makan banyak waktu dan uang.
Bayangkan anak-anak ini, harus bangun jam 5 untuk pergi latihan sepak bola atau bola basket mulai jam 6 pagi, yang paling harus diantar orang tua yang biasanya tugas ibu.
Selesai sekolah jam 3.30 sore dan biasanya ada latihan lagi sampai jam 7 malam. Hari Sabtu atau Minggu kalau lagi ada turnamen malah harus bangun lebih pagi. Nggak peduli salju, hujan atau dingin.
Sering melihat, anak-anak kecil umur 7 tahun…jam 8 pagi di hari yang masih gelap, menunggu bus school diantara tumpukan salju dan suhu udara yang mendekati 0 derajat celcius ataupun minus. Tentu mereka pakai mantel yang super tebal. Tapi untuk bangun diudara dingin dan di hari yang masih gelap….Dakupun males setengah mati!!
Tapi kalau mereka harus bangun sepagi itu, siapa yang harus bangun lebih pagi hayoo? It is the mother!!
Semua harus dikerjakan sendiri. Disini memang begitu adanya.
Temanku yang kaya raya pun cuma mampu menggaji tukang bersih rumah seminggu sekali. Itupun karena rumahnya memang segede kantor..hahahha……Suaminya yang dokter gigi pun masih harus potong rumput sendiri kalau pulang kantor, atau menyapu pekarangan rumah yang ditutupi daun di musim gugur. Bukan tak punya uang tapi mereka memang tidak manja…Disini kalau masih bisa dilakukan sendiri, tidak akan pernah menggaji orang untuk mengerjakan pekerjaan rumah.
Tapi yang paling aku kagumi adalah para ibu yang masih bekerja, punya anak dan masih ada waktu untuk mengurus rumah tangga.
There are a lot of them.
Mungkin itulah di Mother’s day…..Para ibu memang kelihatan dimanja sekali.
Para suami sibuk beli hadiah, anak-anak sibuk mencari restaurant yang paling enak untuk ibu makan di luar atau sibuk memilih kartu untuk ibu. They are deserve it.
I think Supermom are real…….I am not sure about Superman though? Hehehhe………..



